Duit Harian Timnas mengalami Peningkatan

uang saku timnasManajer tim nasional Indonesia, Habil Marati, menaikkan uang saku harian yang diterima oleh punggawa tim Merah Putih.

Habil yang ditunjuk langsung oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein untuk menjadi manajer timnas per Jumat (10/8), menggantikan Ramadhan Pohan, langsung menyoroti masalah fisik dan juga finansial pemain.

“Insya Allah, mulai Jumat, saya resmi menggantikan beliau (Ramadhan Pohan). Saya ingin menghapus paradigma lama di tubuh manajerial PSSI. Saya akan lihat apa yang kurang dari kemarin dan memperbaikinya. Bila kita lihat timnas fisiknya kurang, mungkin mereka kurang minum susu, kita akan persiapkanlah yang seperti itu,” ujar Habil seperti yang dilansir Kompas.

Sebagai langkah awal, Habil akan menaikkan uang saku harian pemain timnas dan juga membenahi sistem dengan memberlakukan sistem kontrak. Selain itu, masalah komunikasi juga akan diperbaiki untuk mencegah ketidakjelasan informasi.

“Saya sedih melihat uang harian pemain timnas senior Rp 500.000. Ini timnas. Memalukan sekali. Akan saya naikkan menjadi Rp 1 juta per hari, dan kami akan pakai sistem kontrak. Misalnya 3 bulan atau setahun. Jika mereka dipakai selama 1 tahun di timnas, maka gaji mereka Rp 1 juta dikali berapa hari mereka berada di timnas. Hal ini saya lakukan demi menumbuhkan kebanggaan bermain di timnas, dan diharapkan dengan terpenuhinya kebutuhan mereka, pemain juga akan menunjukkan permainan terbaiknya,” tambah anggota DPR RI 2004-2009 ini.

“Komunikasi antara pemain, klub, dan pelatih harus melalui manajer. Maksudnya, bila ada masalah soal taktis, ya ke pelatih. Bila ada masalah soal administrasi, ya ke manajer. Ini biar jalur komunikasinya jelas nantinya. Nantinya, saya harapkan tidak ada lagi telat-telat gaji, dan 60 persen anggaran PSSI untuk disalurkan ke timnas. Di sini saya tidak akan bekerja sendiri. Manajer tim juga punya beberapa tim yang akan membantu saya,” pungkasnya.

Presiden Arema: Aremania Aset Tak Ternilai

ulang tahun arema ke 25Dukungan Aremania terhadap Arema Indonesia dinilai merupakan aset yang tidak ternilai. Penilaian tersebut diungkapkan presiden klub Arema Indonesia Rendra Kresna setelah menyaksikan antusias suporter fanatik Singo Edan itu saat merayakan HUT Arema Indonesia yang ke-25.

“Aremania memang luar biasa. Mereka merupakan aset tak ternilai. Kalau saya nilai kebesaran Arema sama dengan kebesaran Aremania. Tidak ada bedanya. Itulah yang membuat Arema ini berbeda dengan klub-klub profesional lainnya di Indonesia,” kata Rendra Kresna

Makanya, dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Aremania yang selama ini memberikan dukungan penuh pada tim Singo Edan. Sehingga klub kebanggaan arek Malang ini tetap eksis sampai saat ini.

Untuk itu, pria yang juga bupati Malang ini berharap Arema dalam perjalanannya ke depan tidak hanya menjadi klub yang profesional. Namun, juga menjadi klub yang maju dan mandiri.

Profesionalitas dan kemandirian klub Arema selama ini dikatakan dia sudah teruji. Alasannya, saat klub-klub lain masih banyak yang menggantungkan pendanaan pada APBD dan investor perorangan, Arema justru sudah selangkah lebih maju lepas dari semua itu.

Lewat pengelolaan yang profesional, kata dia, Arema mampu menggali dana sendiri tanpa tergantung pada instansi formal. Itu semua, kata Rendra yang juga ketua DPD Golkar kabupaten Malang ini, berkat inovasi yang selama ini terus mengalir dan bermunculan dari manajemen Arema dan Aremania.

“Terutama sekali tentunya adalah dukungan Aremania pada Arema yang luar biasa. Mereka benar-benar tidak hanya atraktif, namun juga apresiatif. Mereka paham betul tim yang mana harus mendapat dukungan dan layak didukung,” katanya.

Karena itu selama ini dia mengaku tidak pernah berpikir ada berapa Arema di Malang.

“Sebab, Arema itu yang saya tahu hanya satu, yaitu yang mendapat dukungan riil dari Aremania. Makanya saya bangga pada Aremania yang cerdas, atraktif dan inovatif dalam memberikan dukungannya pada Arema,” pungkasnya.