Naturalisasi pemain sebenarnya bukan isu baru. Pro-kontra selalu muncul saat wacana itu digulirkan. Rencana tersebut menggumpal pasca-raparnas PSSI di Bandung, 5-6 Januari. PSSI sempat mengklaim memiliki 20 nama. Namun, action resmi rencana itu baru dimulai Selasa (20/7). Mereka mengenalkan Sergio, sapaan akrab Van Dijk, yang berkeinginan membela panji Merah Putih.

Mampukah Serginho Van Dijk mengangkat permainan Timnas jika impian Naturalisasi terwujud?
Namun,saya terbelit dengan birokrasi. Setelah pensiun, saya masih ingin kembali ke Belanda karena istri dari sana,”kata Sergio kemarin. Regulasi naturalisasi sesuai aturan FIFA memungkinkan Sergio berganti jerseyMerah Putih.Sebab, pergantian paspor timnas bisa dilakukan bila pemain tersebut memiliki darah dan keinginan membela negara asal. Hukum positif di Indonesia juga memungkinkan.
Garis keturunan pemain berusia 27 tahun itu adalah Indonesia.Namun, Sergio belum menetap lima tahun beruntun di Tanah Air.Problem menjadi rumit karena Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda. FIFA sebenarnya cukup longgar menerapkan aturan paspor timnas pemain. Bila pemain berusia kurang dari 18 tahun, berhak atas kewarganegaraan ganda.
Pemain harus memilih salah satu paspor, jika sudah berusia lebih dari 18 tahun. Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan Sergio sudah punya modal utama dengan memiliki jalur keturunan Indonesia.Namun,PSSI menyadari ada sedikit keraguan dalam diri Sergio karena harus menjadi warga negara Indonesia (WNI) secara permanen.
Pertanyaan besar dari kita semua, akankah prestasi timnas akan terangkat dengan adanya naturalisasi? sementara sistem pembinaan olahraga di Indonesia masih jauh dari standar! dan bagaimana nasib anak-anak muda asli Indonesia yang sebenarnya memiliki bakat lebih dari pemain-pemain naturalisasi tersebut jika pembinaan benar-benar di kembangkan dengan baik
(wahyu argia/hendy prima)
Referensi : Koran Sindo









gue sngt mndukng naturalisasi pemain asing i love indonesia…
lha wong gak ikut menanam lngsung panen instan…apa yang dibanggakan…???
sama aja dengan memoles kulit tapi isinya ya tetep bobrok…itulah mental PSSI
gue dukung naturalisasi timnas indonesia, krn bgmn pun juga mereka kan berdarah indonesia….!!!
hidup indonesia……..!!!!!!!!!!!
Sebenarnya bukan mutlak dari adanya pemain jadi, seperti mereka tetapi lebih banyak faktor non teknis yg mempengaruhi mutu persepakbolaan di INDONESIA, diantaranya adalah mental pemain2 yg nasionalismenya berkurang, perwasitan di Indonesia yg masih carut marut, dan yg lebih berpengaruh adalah mental2 dari pengurus liga yg lebih banyak mata duitan dari pada meningkatkan prestasi tim yg diasuhnya…….
contoh yg jelas adalah tim SAD yg saat ini berguru di Uruguay bisa menampilkan permainan yg lebih bagus dari pada tim seniornya, karena mereka belum terkontaminasi mental2 pengurus, dan pemain senior yg sudah amburadul