Kalimat “Selamat Datang Aremania di pergaulan supporter tingkat Dunia bukan isapan jempol” dicetuskan oleh teman saya dari Spanyol (Espania) sebab kita berkenalan dan bersahabat meskipun Timnas Indonesia tidak kualified. Tapi sahabat Spanyol tadi menghormati Arema Indonesia (sekarang kualified sebab mampu sejajar dengan dia disini katanya) yang hadir jauh dari seberang asia bersama warga Spanyol di Soccer City (tulisan tip2 nonton Piala Dunia menyusul tapi maaf tidak ada foto soalnya bateri matek habis dari Stadion Mandelay Bay, Port Elizabeth langsung ke stadion Soccer City jarak ditemput 2 jam dgn pesawat ).
Kalau mau jadi supporter Bola level dunia harusnyaa tidak masalah antar kota dan antar negara bertanding dan bertandang baik clubnya maupun supporternya. Lihat ayas sejajar dengan Afrika, Jerman dan Uruguay . Bisa nelongso ayas kalau ditolak masuk Afrika (contoh seperti supporter Bandung yang ditolak ke Jakarta ). FOOTBALL FOR HOPE, demikian tujuan sepakbola FIFA seandainya sepakbola kita bagian dari FIFA. Sekarang ini bola adalah harapan untuk mengangkat derajat kaum miskin yang kurang mampu membayar biaya pendidikan. Kalau kita masih berkutat dengan tarung antar supporter (nggak ngelarang sih kalau membela diri). Kapan Indonesia bisa sejajar dengan Uruguay atau Korea Utara?

Aremania bersama Supporter Uruguay

Klo di Indonesia "Anjing" di gunakan untuk memaki supporter lain, di Afsel anjing untuk hiburan

Semangat Arema dan Indonesia di Piala Dunia 2010
Lihat ayas betapa hangatnya persahabatan supporter tingkat Dunia di World Cup 2010 ga perduli hitam, kuning, abu2 untuk satu GOL perangi kemiskinan?? semua damai meskipun kalah yang penting harapan untuk mengangkat kaum miskin tercapai.
Ada orang Inggris bilang, mereka paling beringas untuk urusan sepak bola tetapi ketika berbincang2 dengan Ayas (Aremania) dan cerita tentang ada Supporter Indonesia (meskipun gak lolos Kualifikasi) tetap nonton untuk pengibaran Arema. Mereka “respect” dengan ayas dan persahabatan tingkat dunia yang kita jalin. Artinya Aremania tidak hanya direspect (dihormatin) in sama supporter tingkat Indonesia tapi peserta FIFA WORL CUP 2010. Kebayang nggak??
Muka dicat Arema Indonesia , siapa yang melakukan ya orang Afrika Selatan. Begitulah persahabatan kita yang akrab meskipun baru kenal tapi diikatkan oleh satu hati dan satu jiwa sepakbola tingkat dunia. Bahkan Aremania Indonesia disambut di Port Elizabeth oleh seorang nawak dan penari Afrika. Indahnya Port Elizabeth, kebayang kalau ayas datang ke Bandung atau Sriwijaya di Palembang disambut seperti ini oleh supporter tamu. Amin. Semoga terjadi.
Ayas antri ticket FINAL 3 hari mulai dari jam 630am, akhirnya orang Spanyol juga yang menolong untuk mencarikan ticket meskipun harga dari US$900 ke US$2000 kebayang kalau ayas gak dibantu supporter Spanyol bakal nggak bisa nonton FINAL. Bahkan orang spanyol ini menjaga antrian panjang mulai dari jam 630 pagi hingga jam 12 siang selama 2 hari berturut-turut. Setelah ticket dibeli US$2000 10 menit kemudian ada nawak dari Belanda menawar US$2500 ayas tolak karena hasrat ingin FINAL WORLD CUP tercapai meskipun tidak diijinkan mengibarkan bendera raksasa karena stadion penuh sekitar 86,400 orang dari kapasitas 90,000. Orang yang menawar ini terbang dari Belanda tanpa ticket berharap dapat, tapi sudah 4 hari nyari sambil punggung dandadanya ditempeli “NEED FINAL TICKET” akhirnya nggak dapat juga meskipun sanggup bayar US$2500.
Arema Indonesia dimana2 dimintai foto dan banyak penggemar, sebab meraka tidak melihat asal usul negera, ras, golongan dan agama selama ada di FIFA World Cup kita satu hati satu GOAL “FOOTBALL FOR HOPE”. Kalau pesta sepakbola yang menghabiskan US$450juta cuma hura2 mah itu tidak ada artinya tanpa perang kemiskinan, penyakit malaria dll. sungguh tragis kalau di Indonesia sepakbola harus perang batu antar supporter. Maaf ini bukan Aremania sih, biasanya supporter tetangga di satu propinsi he he he he…
Mari bersatu untuk satu GOAL sepakbola Indonesia menuju tingkat dunia 2014 di Brasil. Ayas ngebayangin kalau ada 10 Aremania saja mengibarkan bendera raksasa dan Indonesia wow….wow….menangislah tetangga sebelah, hanya ada satu motor untuk kesana siapalagi kalau bukan dimotori oleh AREMANIA?? sebab AREMANIA barometer supporter di Dunia (maaf sekarang ayas berani menyebut tingkat dunia dan sejajar dengan Jerman dan Uruguay ). Gak sombong rek, soale Aremania datang dengan modal sendiri (contoh AREMA FC tanpa bantuan APBD) tidak seperti 60 orang yang bawa bendera disponsori Nokia dan Coca Cola.
Selamat hari supporter Indonesia 12 July 2010, semoga hari itu libur nasional bagi supporter di Indonesia untuk merenungi makna persahabatan supporter diseluruh dunia.
Sampaikan salam buat saudara2ku sebarkan FOOTBALL FOR HOPE keseluruh Indonesia, tingkatkan professionalisme persupporteran mimpilah jadi supporter level Dunia/World Cup jangan hanya juara tingkat Indonesia, galang satu GOAL untuk sepakbola memerangi kemiskinan dan ketidak mampuan membayar uang sekolah.
Teman dari Inggris, ngabari kalau ayas ada di koran www.SHOOT2010.co.za media olah raga terbitan Afrika yang menyebar ke seluruh dunia. Nach, dia bilang ketemu saya di Johannesburg -Sandton ( Mandela Square ) pas makan siang di Thailand restaurant sambil ngobrol tentang holiganisme dan sisi positifnya . Tapi lihat saya di koran karena diwawancarai sambil pakai atribut Aremania. Berkat atribut ini pula wartawarn tersebut tertarik akhirnya sampai juga beritanya di Eropa yang dibaca oleh teman hooligans tadi.
Harie Pandiono – Aremania Afrika untuk Indonesia dan persahabatan Dunia









jarene supporter bhineka tunggal ika , lha kok beda bedakan
Taek Kabeh Cok,Bal Balan Koyok Asu Ae Kakean Cangkem , Sing Penting Wareg . MERDEKA . . . . . . . .
taek ah…. iki lo aema sing sebetule…
aremania tidak kemana-mana tapi di mana-mana…
timbang bonex opo viking seng koyok taek bokdene asu dan anjing, g bisa buktikan…. arema bondo duwex cox bukan bondo nekat…..jancok bonek dan viking anjing….
mereka sampah-sampah iondonesia…..kotoran dalam dunia sepak bola…..aremania ijen net
itu hantalah rekayasa belaka…
gk mngkn aremania bsa k sana….
jadi tertawa aja ngelihatnya
banyak bonek,the jack, viking ke sana juga gak dibesar2in
dasar ndeso arema yang satu ini
DION : heheheeee…… !!! kami butuh bukti kalau memang ada yang kesana bukan KATANYA ! SAlam Damai
matamu a yo lek koen mek iso ndelok ndek tv, kami aremania bondo dwek , gak koyok bonek bondo taek cok.
Salam 1 Jiwa Arema Indonesia!!
Sama Rasa 1 Bangsa 1 Damai Suporter Indonesia!!
Siiiiiiiip,……….
kasian banget tu si ”bosen” kykx dia udah terjangkiti virus iri tanda tak mampu
arema tak kemana-mana arema ada dimana-mana
iri tanda tak mampu,slm satu jiwa.arema indonesia
yang bilang “NAJIS” sebenarnya dia sendiri yang NAJIS…jangan baca sesuatu seperti anak TK…baca dan ambil hikmahnya…Mas Harie Pandiono kesana demi Supporter Indonesia….Dia kesana agar kita semua bersatu, supaya kita semangat untuk mengibarkan bendera Merah Putih dii FIFA WORLD CUP….kebetulan dia orang Malang….hanya itu…tolong maknai dengan Positif Jangan Sok…karena belum tentu kita mau dan bersedia berjuang sendiri demi NAMA INDONESIA….Seandainya semua Supporter Indonesia ada yang ketemu Mas Harie di AFSEL mungkin bukan hanya bendera AREMANIA tapi Bendera Supporter Indonesia….
temen ku anak the jak kesana, anak viking, persipura juga kesana.. biasa aja tuh gak di gede gedein gitu.
pertanyaan ku, lebih penting mana arema atau indonesia ????
Kata-kata anda menunjukkan amarah kebencian, bisa jadi menjurus “Iri” jika memang ada silahkan di informasikan ke media, tidak perlu banyak retorika..toh semua punya hak, seperti anda punya hak mengkritik,, tapi apakah anda mengkritik? anda hanya kurang mampu menghormati orang lain.
terus smangat nawak,,
karnamu nama AREMA mendunia.
FOOTBALL FOR HOPE
SALAM SATU JIWA AREMA INDONESIA
Loyalitas Tanpa Batas..
Aremania ada dimana-mana tetapi tidak kemana-mana.
Salam 1 jiwa.. Arema Indonesia.
bosen banget ceritanya ini ini mulu, biasa aja kali. emang aremania doang yang kesono.
najis deh……..
banyak kali bung… norak banget sih….
salam pasoepati