
Lompatan Puyol mampu menyundul bola ke gawang Jerman, sehingga menciptakan sejarah baru bagi Spanyol | Foto : Reuters
Asia bisa membuktikan bahwa benua ini memiliki talenta berbakat yang tidak bisa di pandang sebelah mata, lihat juga bagaimana seemangat kebersamaan mereka untuk tampil menyerang dan terkadang defensif untuk mempertahankan keperawanan gawangnya, dan mampu memberikan perlawanan ketat, tetapi memang nasib belum berpihak pada benua ini, masih butuh belajar dan jam terbang yang tinggi untuk bisa melangkah ke fase lebih jauh lagi, terlebih fase final piala dunia.
Namun Piala Dunia bukanlah satu-satunya ajang untuk menunjukkan kekuatan asia sebenarnya,masih ada even lain yang bisa sebagai unjuk gigi kekuatan dan skill asia melawan team dari benua eropa dan amerika, percayalah bahwa kita(Asia ) akan menjadi baik jika memang ada usaha dan dukungan ke arah yang lebih baik dalam urusan sepak bola.
Betapa rakyat Indonesia bangga kedua negara asia timur tersebut bisa memberikan suguhan dan tontonan yang tidak mengecewakan, perlu di dukung karena ini adalah dari benua yang sama dengan kita, satu rumpun dan hal-hal lainnya yang membuat bangga kita akan asia, namun alangkah bangganya jika yang main adalah timnas INDONESIA. hemm.. semoga bisa nantinya.
Dan memang Jepang dan Korea Selatan masih menjadi barometer sepak bola Asia, karena berbagai prestasi yang telah mereka torehkan, memiliki kompetisi liga yang cukup baik, supporter yang tertib dan sistem kompetisi yang berjalan sesuai alur yang di harapkan.
Kembali pada pertandingan Jerman dan Spanyol, lihatlah itu spanyol bisa meraih kemenangan meskipun postur tubuh mereka cukup pendek, bagaimana ukuran Puyol,XAVI,Villa , Iniesta tidak berbeda jauh dengan postur tubuh orang Indonesia, sementara para Pemain Jerman hanya bisa berlari dan melihat Puyol dkk menggiring dan mengumpan bola.
Seorang puyol yang bertinggi 170 cm mampu mengalahkan pemain jerman (Marcell Jansen 190 cm dan Per Mertesacker 196 cm)
Terkadang kita menilai kekalahan para pemain kita dari team atau negara lain adalah karena faktor postur/tinggi badan, inilah alasan dan selalu di jadikan kambing hitam, Tuhan sudah sangat adil menciptakan kita dari berbagai suku dan ras, perbedaan bukanlah suatu alasan atau bahkan di jadikan tumbal dari kurang sempurnanya kita di ciptakan, jika melihat orang lain.
Kesempurnaan bukanlah milik manusia, tetapi Manusia adalah ciptaan yang paling sempurna, anugerah dan kelebihan inilah yang harusnya menjadikan kita lebih bersemangat dan mampu bersaing dengan yang lain, bukan menyerah sebelum bertanding, Indonesia bisa menjadi team yang ganas menggila jika melawan dengan orang-orang yang dirasa memiliki kelebihan lain seperti tinggi badan, kelincahan itulah yang perlu kita tunjukkan, sama halnya dengan spanyol kala menundukkan Jerman.
Indonesia pasti bisa asal :
1.Pemain-pemain berbakat benar-benar di tempa dan di latih dengan serius
2.Dukungan faktor-faktor non teknis dari pemerintah/pengurus sepak bola tanah air seperti pola makan, faktor lapangan dan asupan gizi serta vitamin
3.Fokuskan hanya satu hal saja, karena hidup perlu pilihan, terkadang pemain Indonesia tidak bisa fokus dalam bekerja, pemain sepakbola saja masih harus memikirkan bagaimana mengurusi perkebunannya di lahannnya, bandingkan dengan di luar negeri, sekali mereka memilih sepakbola menjadi pekerjaannya, itulah yang akan ia lakukan sepanjang karirnya.
4.Pengelolaan dan jaminan pemain tentang masa depannya, sehingga pemain tidak perlu kwatir akan kehilangan pemasukan usai ia selesai menjadi pemain bola(namun ini relatif), tergantung masing-masing kecerdikan seorang pemain dalam mengelola keuangannya.
5.Dan yang paling vital adalah sistem kompetisi dan fairplay dari setiap pemain,manajemen,wasit, PSSI, serta dukungan semua pihak termasuk supporter.
6.Berlatih mental juara dan optimisme tinggi, inilah yang perlu di perbaiki dan di kembangkan.
Saat ini tidak sedikit pemain-pemain asal Indonesia yang bermain sepakbola di luar negeri, hal ini karena berbagai hal antaranya :
-Mengikuti orang tua
-Kompetisi sepak bola luar negeri lebih baik dan menjanjikan
-Tidak adanya masa depan yang jelas di dalam negeri
-Pemain sadar, bahwa dengan bermain di luar negeri kemampuannya akan lebih baik.
Tulisan di atas hanya sekedar opini, dan teori semata jika baik silahkan di resapi bersama-sama, namun jika mengandung kontroversi silahkan di beri masukkan dan komentar, Salam Damai.
/Redaksi/hendy
Bagikan








[...] This post was mentioned on Twitter by rekarta pandu. rekarta pandu said: RT @IndoSoccer: Mari Belajar dari Semangat team Spanyol http://bit.ly/9q9qyb [...]