Memperingati 10 Tahun Hari Supporter Indonesia

Katakan kita bisa untuk berdamai

Supporter – Gelora fanatisme nampaknya telah melekat di dalam setiap relung pecinta sepak bola tanah air, terbukti dari banyaknya pendukung dari setiap kesebelasan di setiap daerahnya, istilah pendukung sepakbola lebih populer di sebut dengan “Supporter”/”Suporter”, yang memiliki arti dukungan/mendukung team kebanggaanya untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik, di Indonesia tidak ada team yang tidak memiliki pendukung, hampir keseluruhannya telah memiliki orang-orang yang menyebut dirinya Supporter.

Supporter Indonesia juga telah mendapat predikat supporter paling fanatik nomor 3 setelah Ingggris dan Argentina, gairah pendukung dari Indonesia terasa getarannya tiap kali team dari daerah bermain, seluruh penduduk seolah memilih mendukung team dari daerahnya daripada melakukan aktifitas lainya, rasa bangga dan haru bersatu kala puluhan,ratusan,ribuan dan bahkan puluhan ribu pendukung bersatu menjadi satu di dalam stadion untuk bernyanyi bersama dan bercengkerama dan bersama mendendangkan”Yo Ayo..Ayo..Teamku..Sore Ini kita harus menang”.

Berkumandang dan berdendang di iringi tarian dan lautan ombak”buatan” dari tangan-tangan ribuan supporter yang terus memutar hingga dirasa cukup oleh mereka dan sang Konduktor Tribun, dan inilah Supporter Indonesia yang sangat fanatik dan bergairah dalam setiap memberikan dukungan, pendukung merupakan aset terbesar dari sebuah team, selain untuk memotifasi team mereka(Supporter) adalah tempat untuk mendulang profit dari setiap penjualan tiket dan keuntungannya di peruntukan untuk keberlangsungan team itu sendiri.

Di Indonesia ada empat Supporter yang memang sering (bahkan) berpengaruh bagi supporter lain karena kekompakan, jumlah dukungan, dan terkadang karena anarkismenya, mereka adalah

1.Aremania(Malang)

2.Viking/Bobotoh(Bandung)

3.Bonekmania(Surabaya)

4.Jakmania(Jakarta)

Dari merekalah suasana persaingan terlihat nyata dan begitu berpengaruh, namun masih banyak lagi persaingan yang juga tak kalah hebat dari mereka, seperti persaingan Banaspati(Jepara) dengan SNEX(Semarang), antara Slemania(Sleman) dengan Brajamusti(Jogja) dan persaingan-persaingan dari setiap wilayah yang daerahnya tidak terlalu jauh.

Pertemuan antar Supporter sudah pernah di gelar, di Malang terjadi pertemuan Indonesia Damai 1 dan Indonesia Damai 2, dimana di harapkan dari pertemuan tersebut dapat menyatukan persepsi dan menghindari konflik yang dapat mengakibatkan terjadinya gesekan yang dapat menimbulkan korban(Cacat dan Jiwa).

Dan yang terakhir adalah Kumpul-Kumpul Supporter Indonesia yang penyelenggaraannya masih di tempat yang sama, yakni Kota Malang bertepatan dengan agenda, KSN =Kongres Sepak Bola Nasional, perlu di ketahui juga KSN sendiri awalnya di harapkan oleh banyak pihak agar Sepak Bola Indonesia dapat lebih baik lagi dengan mengeluarkan keputusan mengganti kepengurusan Pucuk Pimpinan PSSI dan jajarannya, namun apa yang terjadi, harapan banyak pihak itu tidak terlaksana.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 2010 genap berusia 80 tahun. Organisasi sepak bola nasional yang didirikan di Yogyakarta pada 1930 oleh Soeratin Sosrosoegondo ini jauh lebih tua ketimbang Republik Indonesia, yang baru 64 tahun merdeka. Negeri ini mengenal sepak bola melalui pendudukan bangsa asing. Dan sepak bola pulalah yang juga menjadi alat perjuangan mencapai kemerdekaan. Meski sudah berjalan panjang, PSSI dan sepak bola Indonesia ternyata belum menemukan keindahannya. Catatan hidup PSSI diwarnai kerusuhan, perkelahian pemain, dan hancurnya performa tim nasional.

Dengan sepak bola dapat menyatukan antar antar pendukung dan antar Supporter, seperti Aremania dengan Jakmania, Pasoepati,Slemania,Banaspati,Singamania, namun juga menjadikan harmoni permusuhan mereka dengan Viking,Bonekmania. yang hingga sekarang masih terjalin seperti itu, ada pula yang mengatakan ungkapan “Nakal” justru dengan permusuhan inilah sepak bola Indonesia lebih terasa greget, hemm… setujukah kalian dengan ungkapan seperti itu? dan bagaimana jika saudara anda atau anda sendirilah yang menjadi korban dari permusuhan itu? masih bisakah kalian menerima ungkapan dan teori semacam itu?

Hari Supporter Indonesia pertama kali di cetuskan pada 12 Juli 2000, oleh perwakilan beberapa kelompok Supporter di kantor redaksi harian (Bola) Jakarta, di cetuskannya ide tersebut dengan harapan dapat menjadikan supporter menjadi lebih dewasa dan memaknai setiap perjalanannya menjadi lebih baik, dan kini sudah 10 tahun(pada 12 Juli 2010) kita akan bersama memperingati momentum hari jadi ini, sudahkan kita saling intropeksi diri dengan ikhtikad pribadi? karena dengan di mulainya dari pribadi kita, tentu saja akan mempengaruhi jiwa keseluruhan supporter di Indonesia. Mari memaknai hari jadi Supporter Indonesia sebagai momentum kebangkitan bahwa kita bisa menjadi lebih baik dan bisa bersama-sama dengan supporter lain untuk saling bercengkerama di satu stadion yang sama, bernyanyi dan berangkulan untuk mendukung team kesebelasan kita, tak perlu risau akan terjadi pertikaian. Selamat Hari Supporter Indonesia, dan Salam Damai.

Untuk Segenap pembaca www.supporter-indonesia.com , dan seluruh pecinta sepak bola tanah air.
(Redaksi/Hendy prima)

Bagikan

1 Komentar

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Agung Santoso. Agung Santoso said: RT @IndoSoccer: Memperingati 10 Tahun Hari Supporter Indonesia http://bit.ly/c2RbYQ [...]

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar sesuai judul dan isi artikel menurut sudut pandang anda,namun komentar akan kami moderasi terlebih dahulu untuk menghindari bahasa yang mengandung penghinaan dan kata-kata kasar.

[+] kaskus emoticons nartzco
Copyright © 2010 SUPPORTER INDONESIA All rights reserved